Siang Panas

Jalan setapak
Berbau aspal hitam. 

Peluh keringat
Sengatan sang siang. 

Aku terpaku,  terdiam pilu.  Mengusap bulir keringat kecut yang mengucur. 

Basah segera melemaskan langkah. 
Ingin kaki ini terua berpijak. 

Namun... 
Apa dayalah 
Siang Panas.
Membuatku ingin lenyap dalam mimpi putri impian. 

Komentar