Njelimet!



Njelimet!
Ya, mungkin itu yang ada dipikiranku sekarang.
Entah kenapa, begitu ,mudah jiwa ini terbawa arus yang tak seharusnya mengalir dengan bebas.
Ketika-dulu ... Masih terkesan tak ada apa-apa nya sampai pada kata biasa, semua terasa baik.
Tapi, sekarang ketika biasa itu entah ke mana dan berubah menjalar menjelma menjadi “Sesuatu” yang  ... Ah, entah apa seharusnya itu. Aku pun tak mengerti.

Njelimet!
Lagi (lagi) kata itu yang pantas. Dan memang inilah kenyataannya.
Bahkan tak seorang pun memahaminya, termasuk kau seorang.
Oh, sampai di sinikah?
Mungkin!

Njelimet!
Sungguh, ini adalah hal yang mungkin dulunya tak pernah ada dalam akar pemikiranku.
Benar kata orang ... Menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Tapi lain halnya dengan diriku yang hampa.
Kau menyadari kita jauh, dan semakin jauh ...

Njelimet!
Salah siapa jika memang satu kata “Bingung” itu juga akan datang menyapa pikiran yang semakin kalut tak tertahankan ini.
Mungkin, ya mungkin.
Kau tak pernah menyadarinya.
Betapa menyesalnya jika memang ini harus benar-benar terjadi

Njelimet!
Seorang dalam balutan kata yang tak sempurna.

Komentar