Rindu

‘Satu kata’ yang melekat

Menjamah relung jiwa

Tiada rupa tiada makna


Seiring hembusan napas sejalan detak hati

Kala mentari keluar dari singgasana

Rindu seakan berterbaran

Merasuk mengakar erat

Saraf-saraf raga


 ‘Satu kata’ yang menguap

Menjelma menjadi bayangan

Yang tak pernah hilang

Dalam fikiran seoang kawan


Paciran, 24 Juni 2015




Komentar