Tersesat dalam Rayuan

Berdiri seorang diri, gejolak menerawang

Di sudut pojok ruangan tanpa belas kasihan

Mengkerjap mata mendengar sosok pujaan

Datang membawa rayuan segudang



Dinding berkata sang Malaikat telah datang

Bantahan langit menggema itu hanya syeitan

Semakin ke dalam semakin tak Ku temukan

Jalan akan kebenaran entah menghilang




Manis bibirmu bagaikan empedu

Senyumanmu hanyalah benalu

Hatimu pemberi harapan palsu

Salah diri ini berlabuh pada bagian hatimu



Mencari tetap mencari

Dalam harapan yang pasti

Namun …

Terlanjur yang ada hanya bualan

Dan aku tersesat termakan rayuan



Komentar