Ketika tetesan hujan mulai turun dari langit.
Suara bising tak lagi terdengar, hanya tetesan hujan yang membuat rasa ini semakin merindukan.
Merindukan sosok yang selalu terbayang ...
Suara bising tak lagi terdengar, hanya tetesan hujan yang membuat rasa ini semakin merindukan.
Merindukan sosok yang selalu terbayang ...
Terbayang lekat, melayang-layang dalam benakku.
Sosok yang selama ini selalu ada di dekatku.
Meski raga telah jauh di sana.
Dengan rintikan hujan inilah, do'aku selalu untuknya.
Entah, apa yang dipikirkan tentangmu.
Aku tetap mengenangmu.
Seperti hujan yang selalu menghujaniku.
Rinduku tak pernah terpecah untukmu.
Sosok yang selama ini selalu ada di dekatku.
Meski raga telah jauh di sana.
Dengan rintikan hujan inilah, do'aku selalu untuknya.
Entah, apa yang dipikirkan tentangmu.
Aku tetap mengenangmu.
Seperti hujan yang selalu menghujaniku.
Rinduku tak pernah terpecah untukmu.
Ya Tuhan ...
Bersama hujan ini aku titipkan kerinduanku.
Biar ku arungi waktuku dengan penuh keikhlasan.
Dan penuh harapku kan berjumpa lagi kelak di lain waktu.
Hujan ....
Temani aku, dalam setiap langkahku.
Agar aku tak lagi sendiri.
Tak kesepian, lagi.
Bersama hujan ini aku titipkan kerinduanku.
Biar ku arungi waktuku dengan penuh keikhlasan.
Dan penuh harapku kan berjumpa lagi kelak di lain waktu.
Hujan ....
Temani aku, dalam setiap langkahku.
Agar aku tak lagi sendiri.
Tak kesepian, lagi.
Karena ku tahu, kau tak kan pernah pergi jauh dariku.
Seperti rintikan hujan yang selalu mengikutiku.
Ke mana langkahku.
Aku percaya.
Di masa yang telah ditentukan
Kau dan aku.
Pertemuan haru.
Yang hanyalah khayalan semata.
Serta merta akan menjadi nyata.
Karena waktu selalu bersamaku, seperti dirimu.
Seperti rintikan hujan yang selalu mengikutiku.
Ke mana langkahku.
Aku percaya.
Di masa yang telah ditentukan
Kau dan aku.
Pertemuan haru.
Yang hanyalah khayalan semata.
Serta merta akan menjadi nyata.
Karena waktu selalu bersamaku, seperti dirimu.
Aku.
Bukanlah Sastrawan yang pandai merangkai kata.
Bukan seorang yang mahir bertutur kata.
Namun ...
Bersama hujan.
Aku selalu titipkan keinduanku kepadamu.
Bukanlah Sastrawan yang pandai merangkai kata.
Bukan seorang yang mahir bertutur kata.
Namun ...
Bersama hujan.
Aku selalu titipkan keinduanku kepadamu.
Entah.Puisi ataukah luapan kata.
Komentar
Posting Komentar